Home News Waspada Penyebaran Omicron, Kenali Ciri dan Cara Mencegah Penularannya

Waspada Penyebaran Omicron, Kenali Ciri dan Cara Mencegah Penularannya

by Redaksi
0 comment 2 menit read

Nusajawa.id – Indonesia kembali dihadapkan pada lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun meminta masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri varian Omicron agar bisa melakukan pencegahan.

Omicron memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.

Ciri-ciri lanjutan dari varian Omicron adalah tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah, begitu pun tingkat keparahannya. Dengan demikian, pasien yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

”Nanti kita akan melihat dalam waktu singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,” kata Menkes Budi dalam konferensi secara virtual, Kamis (27/01).

Strategi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron ini pun sedikit berbeda dibanding saat menghadapi gelombang Delta. Untuk diketahui, gelombang Delta memiliki tingkat keparahan tinggi sehingga pemerintah harus mempersiapkan rumah sakit dengan banyak tempat tidur. Sedangkan yang tinggi dari Omicron adalah penularannya tapi keparahannya rendah.

”Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG atau asimtomatik atau gejala sakitnya ringan. Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” ucap Menkes Budi.

Pemerintah menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641. Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

Total pasien yang sudah terkonfirmasi Omicron sampai 26 Januari 2022 berjumlah 1.988. Dari jumlah itu yang sudah sembuh atau selesai dirawat berjumlah 765 orang.

Total pasien pernah dirawat sejak awal kasus Omicron pada Desember 2021 sebanyak 854 pasien, dengan rincian pasien asimtomatik 461, gejala jaringan 334 pasien, dan gejala sedang dan berat 59 pasien.

”Sebenarnya yang perlu masuk rumah sakit adalah pasien yang 59 itu. Yang perlu dirawat hanya kalau perlu ditreatment oksigen,” ucap Menkes Budi.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. Yang paling penting, selalu pakai masker, hindari kerumunan karena penularan akan semakin tinggi. Ia juga menyarankan, jika bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi ke mana-mana karena risiko penularannya sedang tinggi.

Kendati begitu, jika tertular tidak perlu panik. Yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin, jika ada gejala ringan minum obat.

”Yang perlu ke rumah sakit kalau ada lansia atau komorbidnya banyak. Dan cepat-cepatlah divaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi varian baru,” tuturnya. (NJ/Red)

You may also like

Leave a Comment