Home Politik dan Pemerintahan Survey Calon Presiden IPO telah dirilis, Inilah Nama yang Berada Diposisi Teratas

Survey Calon Presiden IPO telah dirilis, Inilah Nama yang Berada Diposisi Teratas

by Redaksi
0 comment 3 menit read

Nusajawa.id – Survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi kepala daerah paling layak dan siap maju sebagai calon presiden atau Capres 2024. Ditempat kedua ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Mereka masing-masing mendapatkan persentase secara berukuran Anies 19,5 persen, Ganjar 16,7 persen, dan Kang Emil 7,1 persen,” ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 Februari 2022.

Survei yang berjudul Dinamika Isu Sosial Kemasyarakatan dan Konstelasi Politik 2024 periode 15-22 Februari itu dilakukan lewat telepon. Survei ini melibatkan 196.420 data populasi yang dimiliki IPO sejak periode survei 2019-2021.
Dari total populasi itu, ada 7.200 responden yang memungkinkan untuk menjadi responden hingga terambil secara acak sejumlah 1.220 responden yang dijadikan informan dalam penelitian ini. Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2.90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Pengaturan pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat. Survei ini berhasil mengambil representasi sample yang tersebar proporsional dalam skala nasional. Dengan teknik ini setiap anggota populasi (responden) miliki peluang setara untuk dipilih atau tidak menjadi responden.

“Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sample dan pengujian metode pra-research,” kata Dedi.

Untuk sampling demografi berdasarkan gender masing-masing 50 persen wanita dan 50 persen pria dengan usia 17 tahun ke atas dengan yang paling banyak 41 tahun ke atas. Selain itu sampling dalam survei soal Pilpres 2024 ini dari masyarakat kota 52 persen dan desa 18 persen.

Soal etnis, sampel paling banyak berasal dari Jawa (40,7 persen), Sunda (14,3 persen), Melayu (2,6 persen), Aceh (1,4 persen), Batak (2,8 persen), Minang (1,9 persen), Bugis (2,4 persen), Tionghoa (0,8 persen), dan lainnya (33,1 persen). Dan latar pendidikan palling banyak dari sekolah menengah (48 persen), sekolah dasar (22 persen), perguruan tinggi (13 persen), dan lainnya (17 persen).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan responden ditanyai, ‘jika hari ini dilaksanakan Pemilihan Presiden, Bapak/Ibu hendak memilih siapa?’ (tanpa bantuan lembar jawab). Responden diberi pertanyaan terbuka. Hasilnya, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo berada di urutan teratas.

Berikut hasil survei:

Prabowo Subianto 14,2 persen
Anies Baswedan 9,7 persen
Ganjar Pranowo 8,3 persen
Sandiaga S Uno 2,8 persen
Agus Harimurti Yudhoyono 1,9 persen
Ridwan Kamil 1,8 persen
Zulkifli Hasan 1,3 persen
Dedi Mulyadi 0,9 persen
Susi Pudjiastuti 0,8 persen
Tri Rismaharini 0,7 persen
Basuki Tjahaja Purnama 0,5 persen
Puan Maharani 0,3 persen
Surya Paloh 0,2 persen
Hary Tanoesoedibjo 0,2 persen
Muhaimin Iskandar 0,2 persen
Rizieq Shihab 0,2 persen
Abdul Shomad 0,2 persen
Airlangga Hartarto 0,1 persen
Erick Thohir 0,1 persen
Khofifah Indar Parawansa 0,1 persen

Selain itu, responden diberi simulasi pemilihan capres berdasarkan 10 nama dan 5 nama. Pertanyaannya sebagai berikut, ‘Jika hari ini dilaksanakan Pemilihan Presiden, dari nama-nama berikut ini siapa yang akan Bapak/Ibu pilih?’.

Skema 10 nama:
Prabowo Subianto 23,7 persen
Anies Baswedan 19,4 persen
Ganjar Pranowo 16,3 persen
Agus Harimurti Yudhoyono 8,1 persen
Ridwan Kamil 4,6 persen
Erick Thohir 1,8 persen
Zulkifli Hasan 1,3 persen
Puan Maharani 1,1 persen
Airlangga Hartarto 0,9 persen
Muhaimin Iskandar 0,6 persen

Tidak menjawab/rahasia: 22,2 persen

Skema 5 nama:
Anies Baswedan 24,6 persen
Prabowo Subianto 23,9 persen
Ganjar Pranowo 19,2 persen
Agus Harimurti Yudhoyono 7,3 persen
Ridwan Kamil 5,1 persen

Tidak menjawab/rahasia: 19,9 persen

Skema 3 nama:
Anies Baswedan 33,2 persen
Prabowo Subianto 31,3 persen
Ganjar Pranowo 27,5 persen

Tidak menjawab/rahasia: 8 persen

Dedi mengatakan, dalam simulasi pemilihan capres dalam 10 nama, Prabowo Subianto tertinggi. Namun ketika opsi pemilihan nama tersebut berkurang menjadi 5 nama dan 3 nama, posisi nama teratas sudah berubah kembali.

“Ketika nama ini berkurang menjadi 5 nama, posisi teratas sudah berubah, yaitu menjadi Anies Baswedan 24,6 persen, Prabowo Subianto 23,9 persen, Ganjar Pranowo 19,2 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono 7,3 persen, Ridwan Kamil 5,1 persen. Begitu kami kerucutkan lagi di 3 persen masih posisi sama, yaitu Anies Baswedan 33,2 persen, Prabowo Subianto 31,3 persen, Ganjar Pranowo 27,5 persen,” katanya.

Ia memaparkan, meski nama Prabowo kerap muncul di berbagai simulasi pemilihan capres, tingkat ketidaksukaan terhadap Prabowo juga cukup tinggi sehingga dinilai sulit meningkatkan elektabilitasnya.

“Ini menariknya adalah meskipun Prabowo di beberapa nama, ketika namanya banyak (muncul), elektabilitasnya tinggi, tetapi begitu mengecurut menjadi kecil karena tingkat ketidaksukaan kepada Prabowo cukup tinggi. Ada sekira 17 persen pemilih yang menyatakan anti dengan Prabowo. Nah, ini yang menurut saya menyulitkan Prabowo Subianto untuk menambahkan lagi performa di 2024, meskipun kalau mau memilih bijak harus dipilih tokoh-tokoh yang lebih baru,” ujar Dedi.

You may also like

Leave a Comment