Home Bisnis dan Ekonomi Sri Mulyani: Sejalan dengan Perbaikan Ekonomi, Penerimaan Negara Meningkat

Sri Mulyani: Sejalan dengan Perbaikan Ekonomi, Penerimaan Negara Meningkat

by Redaksi
0 comment 3 menit read

Jakarta, NusaJawa.id – Penerimaan negara pada 2021 diproyeksikan akan terealisasi sesuai target. Hal ini, di antaranya karena didukung oleh kinerja penerimaan pajak yang terus mengalami peningkatan sejalan dengan perbaikan ekonomi. Selain itu, realisasi penerimaan cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh positif, juga ikut menopang capaian tersebut.

Penerimaan pajak hingga November 2021, mencapai Rp 1082,6 triliun atau 88 persen dari target APBN, tumbuh 17 persen year-on-year (YoY). Jumlah ini ditopang oleh pertumbuhan PPh Migas sebesar 57,7 persen, PPh Non Migas 12,6 persen, PPN 19,8 persen, PBB minus 6,2 persen, dan pajak lainnya tumbuh hingga 79,7 persen.

“Ini karena aktivitas ekonomi mengalami penguatan yang cukup tinggi, terutama sesudah kita bisa melakukan penanganan varian Delta,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers APBN Kita secara daring, Selasa (21/12).

Jika ditinjau lebih detail berdasarkan jenis pajak, pajak-pajak utama menunjukkan pertumbuhan positif pada November 2021. PPh 21, misalnya, meningkat sejalan dengan perbaikan utilisasi tenaga kerja. Selain itu, PPh 22 impor membaik sejalan dengan peningkatan impor dan berkurangnya pemberian insentif PPh 22 impor untuk KLU tertentu.

Sedangkan PPh Badan tumbuh seiring berakhirnya pemberian insentif pengurangan angsuran pada mayoritas sektor dan membaiknya kinerja penerimaan sektor. PPh 26 membaik disebabkan kenaikan pembayaran dividen subjek pajak luar negeri. Begitupun PPh Final dan PPN Impor yang stabil meski PPN Dalam Negeri melambat disebabkan penurunan pembayaran pajak.

Jika ditinjau lebih detail dari sektor utama, kinerja penerimaan sektoral pada seluruh sektor tumbuh positif. Dua sektor yang berkontribusi terbesar untuk penerimaan pajak yaitu manufaktur dan perdagangan masing-masing tumbuh hingga 35 persen dan 54,9 persen.

“Ini artinya sesudah varian Delta terkendali, perdagangan juga makin resilien dan tumbuh melonjak cukup tinggi,” jelas Menkeu.

Dari sisi penerimaan yang lain, kepabeanan dan cukai tumbuh signifikan 26,58 persen YoY, yaitu terealisasi Rp 232,25 triliun atau 108,05 persen dari target APBN. Pertumbuhan ini didorong pertumbuhan bea masuk 18,25 persen, cukai 10,84 persen, dan bea keluar yang pertumbuhannya mencapai 819,49 persen.

Sedangkan PNBP, seperti halnya pada pajak dan kepabeanan cukai juga memiliki kinerja yang meningkat seiring kenaikan harga komoditas migas, minerba, dan CPO. Penerimaan PNBP hingga November 2021 sebesar Rp 382,5 triliun atau 128,3 persen dari target APBN atau tumbuh 25,2 persen YoY.(NJ/red)

 

You may also like

Leave a Comment