Home Pendidikan Sri Mulyani: Dana Abadi Pendidikan Indonesia Capai Rp 99,1 Triliun

Sri Mulyani: Dana Abadi Pendidikan Indonesia Capai Rp 99,1 Triliun

by Redaksi
0 comment 1 menit read

Nusajawa.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, total dana abadi di bidang pendidikan yang dikelola pemerintah sejak 2010 mencapai Rp 99,1 triliun.

“Saat ini, total dana abadi di bidang pendidikan termasuk penelitian, perguruan tinggi, dan kebudayaan mencapai Rp 99,1 triliun dan ini masih akan berkembang karena pada 2022 akan ada tambahan lagi melalui mekanisme APBN,” ujar Sri Mulyani dalam Pembukaan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2022 yang dikutip redaksi nusajawa.id Sabtu (26/02)

Dana abadi pendidikan yang mencapai Rp 99,1 triliun tersebut termasuk di dalamnya dana abadi penelitian sebesar Rp 8 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp 7 triliun, serta dana abadi kebudayaan Rp 3 triliun.

“Berbagai macam bentuk dana abadi adalah komitmen bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ditentukan tidak hanya dari sisi pendidikan formal. Dari sisi pendidikan juga tidak hanya belajar di kelas, penelitian menjadi penting, interaksi sosial sangat penting, juga bahkan dari sisi kebudayaan,” katanya.

Sri Mulyani menceritakan, sejak 2007, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Untuk 2022 ini, total anggaran pendidikan sebesar Rp 542,8 triliun. Alokasi untuk anggaran pendidikan bergantung pada besaran APBN setiap tahunnya. Apabila APBN naik, maka semakin meningkat pula anggaran pendidikan di tahun tersebut.

“Anggaran (pendidikan) 20 persen yang diamanatkan oleh konstitusi itu harus bisa dimanfaatkan antargenerasi, dikelola dengan baik,” lanjutnya.

Menkeu pun menyebut kesempatan memeroleh beasiswa LPDP terbuka bagi setiap rakyat Indonesia. Kontribusi LPDP dalam meningkatkan kualitas pendidikan SDM Indonesia diwujudkan dengan memberikan kesempatan meraih pendidikan dunia melalui program beasiswa penuh bagi program magister dan doktoral. Pemerataan kesempatan beasiswa bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan melalui pengelompokan jenis beasiswa menjadi beasiswa afirmasi, targeted group, dan reguler. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment