Home Gaya Hidup Sanksi WADA Dicabut: Merah Putih Bisa Berkibar Kembali di Ajang Internasional

Sanksi WADA Dicabut: Merah Putih Bisa Berkibar Kembali di Ajang Internasional

by Redaksi
0 comment 2 menit read

Jakarta, Nusajawa.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengumumkan pencabutan sanksi Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA) terhadap Indonesia. Dengan demikian, bendera Merah Putih dapat kembali berkibar di ajang olahraga internasional.

“Pemerintah mengumumkan secara resmi, kita sudah bisa menjadi tuan rumah untuk kejuaraan-kejuaraan internasional, baik single event maupun multi event. Kita sudah bisa mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai kejuaraan dunia, baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri, dan kita sudah diperkenankan untuk mengirimkan utusan untuk duduk di lembaga-lembaga olahraga internasional,” ujar Menpora melalui keterangannya yang diterima redaksi Nusajawa.id Jumat (4/2).

Pada 2 Februari lalu, WADA secara resmi mengeluarkan keputusan pencabutan sanksi Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), yang sebelumnya dijatuhkan pada 7 Oktober 2021 karena dianggap tidak patuh terhadap Test Doping Plan (TDP) 2020. Sanksi WADA tersebut seharusnya berlaku satu tahun. Namun sanksi tersebut dicabut lebih cepat.

Sebelumnya, setelah menerima surat sanksi dari WADA, pemerintah melalui Kemenpora mengambil langkah cepat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA dengan dua tugas yakni percepatan penyelesaian masalah WADA terhadap LADI dan investigasi penyebab masalah tersebut. Pembentukan Satgas tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam Rapat Terbatas.

“Bapak Presiden memberikan arahan, tiga arahannya perbaiki komunikasi dengan WADA, penuhi semua yang diminta oleh WADA, dan investigasi kenapa ini terjadi serta umumkan ke publik,” ungkap Menpora.

Dalam pernyataannya, Menpora juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan persoalan ini, terutama jajaran Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, LADI, dan para atlet. Ia juga berpesan agar investigasi terus dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang berwenang.

“Kerja keras Pak Okto (Ketua Satgas) dan teman-teman dari Tim Satgas, pemerintah mengapresiasi dan terima kasih walaupun belum selesai. Investigasi juga penting, dan kepada Ketua LADI tiga bulan diberi waktu, dijaga betul ini jangan sampai kita kembali ke uncompliant lagi,” ujarnya.

Menpora menekankan agar semua stakeholder olahraga di Tanah Air harus patuh terhadap ketentuan anti-doping yang ditetapkan WADA.

“Kita berkomitmen akan bersih, kita akan melakukan prinsip-prinsip olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kemenangan atau prestasi,” tegasnya.

Zainudin pun mengharapkan ke depan LADI menjadi lembaga yang independen, profesional, dan tepercaya. “Anggarannya tetap disupport oleh pemerintah, tetap diberikan dukungan, tetapi apa yang mau dilakukan, kebijakan apa yang akan dilakukan, itu tidak boleh ada campur tangan pemerintah,” ujarnya.

Menpora juga meresmikan pergantian nama LADI menjadi Indonesia Anti-Doping Organization (IADO).

Hadir dalam acara ini Ketua Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA Raja Sapta Oktohari, Ketua LADI Musthofa Fauzi, serta pimpinan cabang olahraga dan perwakilan atlet. (NJ/red)

 

You may also like

Leave a Comment