Home Bisnis dan Ekonomi Menteri BUMN Sebut Indonesia Punya Potensi Jadi Poros Maritim Dunia

Menteri BUMN Sebut Indonesia Punya Potensi Jadi Poros Maritim Dunia

by Redaksi
0 comment 4 menit read

Jakarta, NusaJawa.Id – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi poros maritim dunia. Untuk mewujudkannya, Indonesia pun harus terus memperkuat dan membangun budaya maritim.

“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi untuk menjadi poros maritim dunia. Salah satu pilar untuk mewujudkannya terdapat pada kemampuan kita dalam membangun budaya maritim. Baik pengelolaan sumber daya laut, pengembangan infrastruktur, juga konektivitas maritim agar kita menjadi poros maritim dunia,” ujar Erick Thohir dikutip dari keterangan seminar daring Kompas Talks bertajuk Potret Masa Depan Industri Logistik Indonesia di Era Disrupsi, Selasa (23/11).

Menurut Erick, konsep tol laut yang sejalan dengan Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana BUMN mendapatkan arahan untuk turut mewujudkan visi Indonesia 2045. Termasuk terlibat dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang menghubungkan produksi ke distribusi dari wilayah Barat sampai dengan Timur Indonesia.

“Tentu sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, insya Allah BUMN siap memikul amanah tersebut demi mencapai cita-cita Indonesia yang Merdeka Berdaulat,” kata Erick.

Ia menegaskan, BUMN akan terus menjaga konektivitas dari Sabang sampai dengan Merauke, seiring dengan kompleksitas tinggi yang sedang dihadapi dunia saat ini.

Erick mengungkapkan jika industri logistik menghadapi banyak tantangan. Rantai pasok global, misalnya, turut mengalami tekanan. Kontainer pun sangat kekurangan.

Dalam mengatasi tekanan perdagangan global, Erick menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan justru untuk negara lain. “Harga sekarang komoditas makin tinggi. Ini yang perlu kita antisipasi, jangan sampai kita tidak siap yang akhirnya kita mendapatkan shock yang terjadi saat ini,” ujar Erick.

Erick mengungkapkan, baru saja rapat dengan Dubes Korea Selatan. Dan, untuk pertama kalinya, negeri tersebut juga kekurangan urea untuk industri, dan minta Indonesia untuk ekspor ke sana. (NJ/zak)

You may also like

Leave a Comment