Home News KPU Resmi Umumkan Jadwal Pemilu Serentak 2024

KPU Resmi Umumkan Jadwal Pemilu Serentak 2024

by Redaksi
0 comment 2 menit read

Nusajawa.id – Pemilihan umum (pemilu) secara serentak dipastikan akan digelar Rabu, 14 Februari 2024. Hal ini disepakati DPR RI, pemerintah, dan penyelenggara pemilihan umum (pemilu) dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat terkait Penetapan Jadwal Pemilu Serentak 2024 yang digelar di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (24/01).

Kesepakatan itu diambil oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia.

Penyelenggaraan pemungutan suara pemilu secara serentak itu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI.

“Pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota, dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024,” ujar Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Doli menyatakan, tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum 2024 akan ditetapkan setelah dilaksanakan pendalaman lebih lanjut oleh DPR RI, pemerintah, dan penyelenggara pemilu.

“Setelah setahun kita bahas ini, kita berhasil menyepakati apa yang tentu ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan pemerintah sepakat Pemilu 2024 digelar pada 14 Februari. “Kami kira dari pemerintah sependapat tanggal 14 Februari,” ujar Tito.

Menurutnya, tanggal tersebut akan memberikan ruang terkait penyelenggaraan pemungutan suara pemilu dengan pilkada serentak 2024 yang pemungutan suaranya akan digelar pada November.

“Ini akan memberikan ruang dengan adanya pilkada serentak (2024) yang menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 yang kita selenggarakan November. Sehingga masih ada space waktu antara Februari dengan November karena itu memberi ruang yang cukup bila terjadi putaran kedua, misalnya,” jelas Tito.

Pemerintah berharap, penetapan jadwal pemilu diambil berdasarkan prinsip efisiensi di tengah situasi pemulihan ekonomi dan kondisi keuangan negara, baik di level pusat maupun pemerintah daerah. Dengan adanya efisiensi tersebut, maka akan berakibat pada anggaran dan tahapan kampanye.

Berkaca dari sukses pengalaman pilkada serentak 2020, Mendagri mengimbau untuk mengambil pelajaran positif yang bisa diterapkan pada pemilu dan pilkada 2024. Sebaliknya, pengalaman yang kurang bagus seperti panjangnya masa kampanye yang berakibat pada keterbelahan masyarakat juga perlu dikelola.

“Kita ketahui pemilu memang puncak terpenting dari demokrasi, di mana satu-satunya momentum setiap warga negara menggunakan hak demokrasi mereka. Maka satu keniscayaan, yang harus kita kelola adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak menjadi potensi konflik,” tandas Mendagri.

Sementara itu, Ketua KPU Ilham Saputra mengungkapkan pemilu 2024 yang direncanakan pada 14 Februari, sama seperti hari penyelenggaraan pemilu selama ini.

“Jadi 14 Februari ini Rabu. Rabu menjadi hari penyelenggaraan pemilu dari tahun ke tahun. 14 Februari pernah juga diusulkan pada konsinyering pertama antara pemerintah dan DPR,” kata Ilham. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment