Home News Kemenparekraf Targetkan Kunjungan 3,6 Juta Wisatawan Mancanegara di Tahun 2022

Kemenparekraf Targetkan Kunjungan 3,6 Juta Wisatawan Mancanegara di Tahun 2022

by Redaksi
0 comment 3 menit read

NusaJawa.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 1,8 juta sampai 3,6 juta.

Angka itu difokuskan untuk dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Untuk mencapai itu Kemenparekraf juga akan memperkuat kebangkitan ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) serta menciptakan lapangan kerja,” kata Menteri pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2021 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (27/12).

Sandiaga menjelaskan, di 2020 jumlah wisman ke Indonesia mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di 2021 hanya sebanyak 1,5 juta orang. Di tahun depan Kemenparekraf akan memfokuskan target di angka 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman.

“Jumlah wisman ini dulu menjadi jumlah yang selalu kita kejar dari segi angka, tapi kali ini kita fokuskan di pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Sedangkan wisatawan Nusantara yang menjadi andalan dengan target 260-280 juta pergerakan memiliki nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp 1.236 triliun,” jelasnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Kurleni Ukar menerangkan target wisman yang kecil meskipun di tahun tahun depat terdapat berbagai macam kegiatan atau event internasional di Tanah Air.

“Kita sepakat dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) untuk tidak memasang target yang tinggi. Namun kita mengharapkan dengan adanya even-event Internasional akan meningkatkan devisa bagi negara. Kebijakan pembukaan border ini masih menjadi kendala, kemudian masalah terkait aksesibilitas dan kemudahan untuk masuk ke Indonesia,” kata Kurleni Ukar.

Kendati begitu, lanjut Kurleni, Indonesia tetap mengejar potensi market atau originasi yang memungkinkan untuk datang ke Tanah Air. Kata Kurleni, Bali masih menjadi destinasi favorit bagi wisman asal Australia, India serta Jepang yang saat ini sudah terdapat akses langsung dari Negeri Sakura tersebut.

“Sementara untuk Batam dan Bintan, wisatawan asal Malaysia dan Singapura masih menjadi target utama,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya menambahkan, originasi wisman yang disasar Indonesia sangat dinamis, sesuai koordinasi dengan Kementerian Kesehatan yang harus mempertimbangankan kasus Covid-19 di negara yang disasar.

Kedua, lanjut Nia Niscaya, Indonesia masih menjadi top of mind bagi wisatawan yang ingin berwisata. Hal itu dapat dilihat dari search volume wisatawan di mesin pencarian.

“Perhatian sudah ada pada market itu, namun sayangnya data-data yang sangat kuat saat ini dari search volume yang tinggi justru kasus Omicron juga sedang tinggi. Inilah yang menjadi dasar pertimbangan nanti kita menetapkan fokus pasar harus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan,” lanjutnya.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf Rizky Handayani menambahkan, pada tahun depan terdapat beberapa event MICE Internasional yang bakal digelar di Tanah Air seperti perhelatan G20, AVPN, dan lainnya.

“Ada isu global yang memengaruhi jumlah market yang akan datang ke Indonesia. Sampai saat itu kita akan dorong dari sektor MICE di tahun depan dan event-event seperti sport event ataupun event budaya. Kalau dari sebelumnya leisure itu mengambil sekitar porsi 63-65 persen, MICE dan minat khusus hanya sekitar 23 persen, angka itu masih kita harapkan ke depan,” ujarnya. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment