Home News Jokowi: NU Punya Potensi dalam Pemerataan Ekonomi Umat

Jokowi: NU Punya Potensi dalam Pemerataan Ekonomi Umat

by Redaksi
0 comment 3 menit read

Bandar Lampung, Nusajawa.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki potensi untuk memeratakan ekonomi umat. Selain itu, NU memiliki kekuatan anak muda dan santri yang berkualitas dengan kompetensi baik.

“Apabila ini bisa dirajut dalam sebuah kekuatan lokomotif saya meyakini ini bisa menarik gerbong-gerbong yang ada di bawah untuk bersama-sama menyejahterakan kita semuanya,” ujar Jokowi saat meresmikan Pembukaan Muktamar Ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, hari ini.

Karena itu, lanjut Jokowi, pemerintah menawarkan untuk membuat wadah berupa kelompok usaha atau konsesi bagi anak muda NU untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang pertanian maupun mineral dan batubara. Namun, Jokowi menekankan agar usaha tersebut harus dapat mendorong usaha lain untuk ikut menikmati.

“Ini memerlukan sebuah kerja besar tetapi saya melihat potensi di Nahdlatul Ulama itu ada, tinggal merajutnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menjelaskan pertemuannya dengan pemilik Facebook Mark Zuckerberg lima tahun lalu. Ia menceritakan kegiatannya bermain pingpong secara virtual namun terasa seperti bermain sungguhan.

Saat itu, Mark membisikkan kepada Jokowi bahwa perubahan seperti itu merupakan awal dan nanti ke depan memungkinkan setiap kegiatan menjadi virtual. Oleh karena itu, Jokowi mengimbau NU untuk berhati-hati dalam menyikapi hal tersebut agar peradaban dapat dipengaruhi sehingga menjadi maslahat bagi umat manusia.

“Dan NU karena di dalam temanya berkhidmat untuk peradaban dunia, hati-hati memang peradaban itu harus kita pengaruhi agar maslahat bagi umat manusia di seluruh dunia khususnya di negara kita Indonesia,” lanjutnya.

Di samping itu, Jokowi juga mengutarakan keketuaan Indonesia dalam Group of Twenty (G20) merupakan momentum untuk memengaruhi kebijakan-kebijakan dunia utamanya dalam hal digitalisasi, perubahan iklim, dan ekonomi hijau.

“Indonesia sekarang juga memimpin G20, menjadi keketuaan G20 juga ingin memengaruhi kebijakan-kebijakan dunia yang berpihak pada negara-negara miskin, kepada negara-negara berkembang, kepada negara-negara kecil, kepada negara-negara kepulauan dalam hal, dalam segala hal utamanya dalam digitalisasi, perubahan iklim, dan ekonomi hijau,” imbuhnya.

Terakhir, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada NU yang terus mengawal jalannya pemerintahan mulai dari kebangsaan, toleransi, kemajemukan, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara 1945, dan kebhinekaan, serta mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita harapkan dengan itu kita harus bisa menjaga dan merawat bangsa dan negara kita yang kita cintai,” tandasnya. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment