Home Seni dan Budaya [Info Kegiatan] Kembang Kencana Millenial Javanese’s Culture

[Info Kegiatan] Kembang Kencana Millenial Javanese’s Culture

by Redaksi
0 comment 3 menit read

KEMBANG KENCANA MILLENNIAL JAVANESE’S CULTURE

3-4 Desember 2021 , open gate 15.00-16.00

Di Dewan Kesenian Malang Jl.Majapahit 3 Kota Malang

 

Bintang tamu:

  • Wayang Angklung Kelurahan Ngaglik Batu,
  • Tunk -Tress

 

Pentas Spesial:

  • Nyentrik Dance crew
  • Teater Junjung Budoyo
  • Opium Musik

Pameran Utas Serupa

 

Contact person:

Dea 0812 17612981

Mala 0812 33631722

 

Instagram

@Opiumfip (Organisasi Pecinta Seni FIP UM)

@Kembangkencana15

 

Wayang Angklung Syamsu Soeid

4 Desember 2021 pukul 18.00 wib

Di Dewan Kesenian Malang Jl.Majapahit 3 Kota Malang

 

Wayang Angklung adalah wayang yang dimainkan dalam bentuk panggung kecil yang di bawahnya tergantung delapan alat musik angklung. Anak wayangnya terbuat dari kayu pipih. Itulah sebabnya saya namakan Wayang Angklung. (nyaris seperti kotak panggung wayang titi/potehi)

 

Saya tidak tahu wayang angklung ini akar budayanya atau akar pertunjukannya dari mana. Yang jelas saya terinspirasi sebuah laku AMEN seseorang yang dilakukan di tahun 70 an, saat saya masih SD. Setelah tahun 80an, saya tidak lagi menemukan orang amen dalam bentuk yang saya sebut wayang angklung itu.Sampai sekarang tidak ada lagi bentuk wayang tersebut.

 

Bentuk wayang angklung yang dimainkan pengamen saat tahun silam tersebut, lupa-lupa ingat, nyaris seperti yang saya ciptakan saat ini.

 

Saya memilih bentuk pertunjukan wayang angklung ini karena menurut saya, bahwa wayang angklung ini luwes dalam menciptakan karya cerita. Bisa dipakai sebagai media sosialisasi, bisa dipakai sebagai media mendongeng, bisa juga dipakai sebagai media bercerita tentang sejarah, mitos dan legenda.

 

Dalam hal karya saya wayang angklung ini, saya pikir masih belum ada bentuk pertunjukannya yang dilakukan orang lain. Sehingga apakah ini merupakan karya saya atau bukan, saya tidak begitu peduli.

 

Dalam melihat jaman sekarang, maka wayang angklung juga saya sesuaikan dengan jamannya. Baik dalam bentuk bercerita maupun dalam bentuk properti yang saya hadirkan. Misalnya dalam jenis lagu-lagu yang saya hadirkan. Meski harus menyesuaikan jaman, namun wayang angklung tetap saya hadirkan dengan akar budaya tradisional dengan cara memperkenalkan tembang-tembang macapat dan laku kehidupan jawa.

Gunungan pun saya buat bentuk tersendiri yang bisa menggambarkan filosofi kehidupan jawa atau kejawen.

 

(Syamsu Soeid)

Info lebih lengkap: Syamsu Soeid 0838 5105 3861

 

 

You may also like

Leave a Comment