Home Gaya Hidup Hati-hati!, 6 Merk Kopi Ini Mengandung Bahan Kimia yang Dilarang

Hati-hati!, 6 Merk Kopi Ini Mengandung Bahan Kimia yang Dilarang

by Redaksi
0 comment 1 menit read

Nusajawa.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan, terdapat merk kopi yang mengandung bahan kimia obat (BKO) yakni Sildenafil dan Paracetamol.

Penelitian mengenai kopi bebahan kimia obat tersebut dilakukan oleh Kedeputian Bidang Penindakan Badan POM bersama Balai Besar POM di Bandung dan Loka POM Kabupaten Bogor.

Ada enam merk kopi yang ditemukan oleh BPOM dalam penyelidikan tersebut.

Menurut informasi, Paracetamol digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Sedangkan Sildenafil adalah obat khusus disfungsi ereksi, biasa disebut ‘obat kuat’.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengatakan, BKO dilarang dalam penggunaan obat tradisional dan pangan olahan.

“Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Paracetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat,” jelas Penny dalam keterangannya yang diterima redaksi Selasa (08/03)

Ia menyebutkan merk kopi dengan kandungan obat kimia di dalamnya, antara lain Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung.

Penny menegaskan bahwa penggunaan Paracetamol dan Sildenafil yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan efek samping dan sangat berbahaya.

Menurutnya, penggunaan Paracetamol dan Sildenafil tidak seharusnya dicampur dalam bahan pangan, meskipun mungkin dapat meningkatkan stamina pria dewasa.

Efek samping yang paling fatal dari penggunaan Paracetamo dan Sildenafil secara berlanjut adalah kematian.

Paracetamol dapat menimbulkan kerusakan pada hati dan ginjal apabila dikonsumsi terus menerus.

Penny menerangkan, penggunaan Bahan Kimia Obat tanpa dosis yang pas dapat menimbulkan risiko tinggi dan membahayakan kesehatan

“Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan,” tuturnya.

Berdasarkan informasi, BPOM telah melakukan penyelidikan terkait penjualan produk Kopi Jantan secara online pada Oktober-November 2021. Omzet penjualan kopi tersebut mencapai Rp7 miliar tiap bulan. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment