Home News Harmoni di Kampong Jontor, Desa Sadar Kerukunan dari Aceh

Harmoni di Kampong Jontor, Desa Sadar Kerukunan dari Aceh

by Redaksi
0 comment 2 menit read

Nusajawa.id – Hidup damai, rukun, aman dan nyaman. Begitulah kesan saat berkunjung ke Kampong Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Di desa ini, seluruh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta segenap warganya benar-benar menjaga dan merawat kerukunan dengan baik.

Kondisi ini pula yang kemudian membuat Desa Jontor ditetapkan sebagai salah satu Desa Sadar Kerukunan di Provinsi Aceh. Berdasarkan data Kemenag Subulussalam, ada empat indikator yang membuat Desa Jontor terpilih dan ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan.

Pertama, terdapat lebih dari tiga agama yang dianut masyarakat di desa tersebut. Kedua, ada tempat ibadah yang berdampingan dengan kehidupan umat beragama yang damai dan rukun. Ketiga, sosial masyarakat yang heterogen, baik agama, etnis, budaya dan adat istiadat. Dan, keempat memiliki ciri khas sebagai desa multikultural.

Ditetapkannya Desa Jontor sebagai Desa Sadar Kerukunan mendapat dukungan dari Walikota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang. Menurutnya, penetapan ini membuka mata hati masyarakat bahwa kerukunan penting dan menjadi kunci majunya pembangunan di sebuah desa. Jontor yang masyarakatnya multi etnis mampu membina kehidupan sosial yang damai, rukun, aman dan nyaman sehingga menjadi benteng diri dari tindakan provokatif yang dapat memecah belah persatuan.

“Harmoni yang selama ini dibangun harus ditingkatkan sehingga menjadi contoh bagi desa lain. Membangun kerukunan dalam kehidupan sosial itu penting, walaupun berbeda suku, agama, ras dan etnis. Ini tentunya menjadi tanggung jawab moral yang harus dijaga oleh semua masyarakat,” kata Walikota Subulussalam, dilansir dari laman Kemenag, Rabu (19/1).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam H.Juniazi mengatakan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas telah mencanangkan 2022 sebagai Tahun Toleransi untuk mewujudkan Indonesia sebagai barometer kerukunan umat beragama di dunia. “Ini sekaligus semakin memperteguh kesadaran kita untuk memposisikan nilai-nilai agama sebagai inspirasi dan motivasi untuk terus berbuat kebaikan kepada seluruh umat manusia,” ujar Juniazi.

Ia menambahkan, pemerintah, melalui Kementerian Agama telah melakukan penilaian beberapa desa di Provinsi Aceh untuk ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan.

Desa Sadar Kerukunan merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama yang diluncurkan sejak 2017. Desa Jontor merupakan salah satu dari tiga desa di Provinsi Aceh yang ditunjuk sebagai Desa Sadar Kerukunan. Peluncuran Desa Jontor sebagai Desa Sadar Kerukunan pada 14 Januari 2022 juga ditandai dengan penanaman perdana jagung di atas lahan 1 hektare bersama Kelompok Tani Kerukunan.

Sebagai tindak lanjut Desa Sadar Kerukunan ini, menurut Juniazi, masyarakat Desa Jontor akan mengisinya dengan ragam kegiatan produktif, seperti mengembangkan Kelompok Tani Kerukunan, gotong royong bersama pemeluk agama, olahraga dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, di antaranya kegiatan seni dan keterampilan.

“Kami berharap, Desa Jontor ini dapat menjadi model dan rujukan bagi desa lain di Kota Subulussalam dan Provinsi Aceh dalam mengelola kerukunan, mengelola perbedaan, sebagai khazanah budaya bangsa yang mesti dirawat dan dilestarikan,” tandasnya.  (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment