Home News Gus Yahya : Minta Konflik di Wadas Tidak Dipolitisasi, NU Siap Jembatani Warga yang Pro dan Kontra

Gus Yahya : Minta Konflik di Wadas Tidak Dipolitisasi, NU Siap Jembatani Warga yang Pro dan Kontra

by Redaksi
0 comment 3 menit read

Semarang, Nusajawa.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berharap polemik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tidak dipolitisasi.

Pihaknya menegaskan bahwa NU siap menjembatani komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat di Desa Wadas. “Insya Allah Nahdlatul Ulama siap hadir guna mendampingi rakyat dan membantu pemerintah dalam melancarkan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat itu sendiri sehingga polemik yang terjadi tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu menyampaikan hal itu dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Harlah ke-99 NU secara virtual pada Kamis (10/2/2022) malam.

Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak bersama-sama membangun komunikasi yang baik guna mencari jalan keluar atas problem yang masih terjadi di Wadas. “Kita tidak perlu tergesa-gesa menjadikan politisasi masalah semacam ini sebagai masalah antara pemerintah dengan rakyat, masalah pemerintah menindas rakyat, dan sebagainya. Kita tidak boleh berlebihan dalam soal ini,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya percaya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan merampungkan persoalan terkait penambangan batu andesit di Desa Wadas dengan baik. Mengingat Purworejo dinilai memiliki ikatan emosional dengan Ganjar.

“Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik dan kalau saya pribadi sangat yakin bahwa ini bisa diselesaikan dengan baik oleh Gubernur Jawa Tengah. Karena ini masalahnya dengan tetangga pak Ganjar yang juga orang Purworejo,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut dukungan dari PBNU yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, menjadi energi tambahan agar pemerintah bisa berkomunikasi lebih baik lagi bersama dengan masyarakat Desa Wadas baik yang pro maupun kontra bisa saling menghargai dan memahami.

“Sehingga nanti akan semakin memudahkan langkah-langkah dalam mencari solusi yang paling bagus guna menangani konflik yang masih ada di Desa Wadas,” tukasnya.

 Suara Pro dan Kontra

Konflik lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah kembali terjadi kali ini antara aparat dan warga. Kericuhan terjadi saat akan dilaksanakan pengukuran lahan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dikawal aparat kepolisian pada Selasa (8/2/2022).

Seorang warga Wadas menyampaikan kondisi terkini di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pasca-penangkapan warga oleh aparat kemarin.

“Kondisi hari Kamis (10/2/2022) jam 10.00 WIB, ada 10 truk aparat datang lagi dan rombongan motor banyak preman-preman juga,” ujar salah satu warga Desa Wadas yang tidak ingin disebutkan namanya kepada NU Online, Kamis (10/2/2022).

Dia juga melaporkan sampai detik ini (kemarin, red) belum ada penarikan aparat polisi. Dia mengatakan justru masih banyak pihak-pihak yang berupaya melakukan sweeping di Desa Wadas.

“Semalam ada rombongan motor keliling terus sambil bengak-bengok (teriak-teriak) pakai Toa suruh ngumpulin SPPT dan tanda tangan (nanti) di rumahnya orang pro Wadas. Kemudian warga takut banget gak bisa tidur dan nangis. Siangnya dapat kabar ada door to door dikawal aparat buat tanda tangan,” ungkap dia.

Warga lain yang juga tidak ingin disebutkan namanya menceritakan keadaan salah satu warga yang mendapat paksaan oleh aparat untuk melakukan pengukuran lahan di hutan.

“Ada salah satu warga diajak paksa ke hutan untuk melakukan pengukuran di lahannya padahal warga tidak mau tanahnya diukur. Mereka didatangi aparat kepolisian sekitar 10 orang bersama petugas dari BPN,” kata warga tersebut.

Dirinya juga melaporkan adanya intimidasi dari aparat sampai membuat beberapa warga tidak berani keluar dari hutan karena ketakutan. “Kita dikejar-kejar sampai malam oleh Brimob akhirnya kita lari ke hutan, bermalam di alas sampai siang. Sampai sekarang belum berani turun karena takut dikejar lagi,” tutur dia.

Sementara itu, salah seorang warga yang setuju atau pro penambangan batu andesit di Wadas, Wasis, menampik adanya intimidasi dari aparat kepada warga.

“Sebelum polisi masuk untuk mengawal pengukuran sudah terjadi reaksi-reaksi dari mereka yang menolak bahkan polisi patroli saja di-framing menakut-nakuti warga dan anak sekolah. Padahal kejadiannya tidak seperti itu,” terang Wasis kepada NU Online, Kamis (10/2/2022).

Wasis menjelaskan, kedatangan aparat ke Wadas semata untuk mengawal pengukuran lahan oleh pihak BPN. “Kedatangan polisi diminta orang yang pro juga, karena sudah dua kali kami mencoba membantu BPN mengukur tanah kami sendiri ke wilayah masing-masing tanpa pengawalan polisi malah diserang sama mereka yang kontra,” ucap Wasis.

“Kami dan pihak BPN tidak bisa mengukur lahan jika tidak dikawal polisi. Jadi kami minta pendampingan polisi untuk mengukur tanah kami sendiri tuntas bukan mengukur tanah orang yang tidak setuju,” imbuh dia.

Wasis mengakui bahwa sampai hari ini (kemarin, red) aparat masih berjaga di Wadas. Hal itu tak lain untuk menjaga keamanan pihak BPN dan warga yang menerima pengukuran lahan untuk tambang batu andesit di Wadas. “Ya memang masih ada patroli karena kami masih mengukur lahan. Mereka diminta mantau agar aman terkendali,” tandas Wasis.

Rabu (9/2/2022), Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengatakan bahwa terkait insiden pihaknya mengamankan 64 warga di Mapolres Purworejo dan sudah dibebaskan. Penahanan sementara tersebut dilakukan untuk mencegah adanya benturan warga yang menerima pengukuran dan warga yang menolak.

Irjen Ahmad Luthfi juga membantah jumlah ribuan aparat di Desa Wadas yang disebut di beberapa media, termasuk di NU Online. Ia mengklaim hanya mengirim sebanyak 250 personel polisi. “Tidak ada ribuan polisi, hanya 250 personel yang diterjunkan untuk mendampingi 10 Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Kapolda dalam siaran pers dikutip ANTARA (09/02. (NJ/radar96.com)

Sumber:

*) https://www.nu.or.id/nasional/konflik-wadas-ketua-umum-pbnu-nu-siap-dampingi-warga-t5yYT

*) https://www.nu.or.id/nasional/kesaksian-warga-yang-pro-dan-kontra-soal-aktivitas-aparat-di-wadas-oRvzV

 

 

You may also like

Leave a Comment