Home Seni dan Budaya Gebyar Dalang Lintas Generasi sebuah Ruang Budaya dan Silaturahmi

Gebyar Dalang Lintas Generasi sebuah Ruang Budaya dan Silaturahmi

by Redaksi
0 comment 4 menit read

Malang, NusaJawa.Id -Dongeng adalah budaya Tutur yang sudah sejak dahulu ada dan berkembang di masyarakat Nusantara. Banyak seni tradisi yang menggunakan sarana tutur dalam menyampaikan maksud dan petuah kebenaran. Salah satunya adalah seni tradisi wayang. Indonesia patut berbangga dengan tradisi yang adiluhung ini yang kini diakui oleh dunia, sebagai warisan dunia tak benda. 7 November 2018 ditetapkan oleh UNESCO, suatu apresiasi tertinggi kepada seni tradisi asli Indonesia oleh dunia.

Bertepatan dengan Hari dongeng Nasional yang diperingati tiap tanggal 28 november , serta untuk ikut berpartisipasi dalam merayakan hari jadi Kabupaten Malang yang ke 1261, maka kami para penggerak, Pelaku serta simpatisan Budaya yang ada di Jabung, mencoba terus bergerak dan menumbuhkan regenerasi budaya semakin kuat dan mengakar di akar rumput. Dengan cara Membuat ruang ruang budaya dan apresiasi dengan sederhana dengan jalan gotongroyong dan kolektip.

Pertunjukan dan gelar Wayang Kulit lintas generasi, lintas wilayah dengan lakon ”Kawula Labuh Praja” adalah upaya kami mengapresiasi dan membuka ruang berkarya generasi muda pedalangan yang ada di wilayah akar rumput. Kita tahu, selama ini meski hari wayang Nasional selalu diperingati tiap 7 november namun, belum ada dampak apapun pada pelaku buadaya Wayang Kulit ini, terlebih pada seniman pinggiran. Mungkin, ini hanya peran kecil kami untuk bisa berkontribusi pada perkembangan seni budaya nan adiluhung ini.

Seperti yang kerap- di utarakan oleh Presidium Republik Gubuk, Fachrul Alamsyah atau biasa di panggil Gus Icroel ini, “seni tradisi harus diberi ruang untuk terus berkembang, dan juga terus membuka ruang-ruang kecintaan seni tradisi di hati para pelakunya”. Dan giat memperingati hari jadi Kabupaten Malang serta Hari Dongeng Nasional ini adalah uopaya membuat ruang ruang kecintaan seni tradisi di banyak orang. Selain itu, juga untuk menambah keeratan tali silaturahim budaya lintas daerah, dimana Jabung Pakis, Tumpang dimana tempat tinggal masing-masing dalang yang akan tampil dalam gelaran merupakan wilayah yang bertetangga.

Pagelaran Wayang Kulit lintas generasi yang esok tanggal 28 november 2021, di Latar Srawung, Kampung Tretek RT 22 Rw 02 Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang akan menampilkan Muhammad Anwarudin dalang wayang Topeng Jabung, Zulfikar dalang Alit dari Pakis, Supriono S.Sn pelatih tari dan pedalangan dari Tumpang yang kesemuannya masih bertetangga serta berjejaring dalam budaya. Silaturahmi dan srawung dalam ruang seni budaya menjadi satu usaha untuk terus di giatkan.

Kusnadi Abit, selaku tuan rumah “Latar Srawung” menyampaikan selaras dengan para penggerak budaya yang selama ini konsisten bergerak menciptakan sejarah dan ruang budaya di wilayah kecamatan Jabung.
“Disamping itu pertunjukan tersebut adalah bentuk apresiasi kita (Republik gubug,preman mengajar,sanggare arek jabung dll) kepada generasi2 muda yg peduli budaya agar mereka tambah bersemangat untuk selalu uri uri budaya leluhur”. Tutur Abiet

Adapun judul dari lakon wayang “Kawula labuh praja” yang nanti dibawakan mempunyai gambaran masyarakat (kawulo alit) yang tanpa pamrih ikut bergerak dan andil mensukseskan program-oprogram pemerintah dan negara dengan caranya dan keahliannya masing-masing. Masyarakat kawulo alit terus bergera tulus ikhlas tanpa ada tendensi apapun kecuali ingin berbakti pada bangsa dan negara.

” Walaupun peran serta kami 0,000 sekian persen kami berharap agar bisa membantu kinerja pemerintah dalam mewujudkan segala apa yg diprogramkan. Kita berusaha sadar diri sebagai anak bangsa dan tdk berpangku tangan menyerahkan semua tugas kpd pemerintah” pungkas Abiet.

Entah dihargai atau tidak perjuangan kami. Kami tak peduli. Intinya perjuangan kami selama ini murni berbakti untuk negeri. (NJ/***)

You may also like

Leave a Comment