Home News Forum IKM Jatim Keluhkan Bantuan Modal Untuk Indusri Kecil dan Menengah yang Masih Minim

Forum IKM Jatim Keluhkan Bantuan Modal Untuk Indusri Kecil dan Menengah yang Masih Minim

by Redaksi
0 comment 1 menit read

Surabaya, Nusajawa.id – Ketua Forum IKM Jawa Timur, Mohammad Oskar, menilai bantuan permodalan untuk IKM masih minim, karena itu pihaknya mendorong program bantuan Baznas terus dikembangkan dalam bentuk pinjaman KUR hingga pemberdayaan pendampingan dalam produksi ribuan IKM di Jatim.

“Program bantuan Baznas untuk pelaku industri miskin perlu terus dilakukan sebagai sebuah bentuk perhatian pemerintah, karena masih banyak IKM yang tercekik pinjaman online yang mudah tapi berbunga tinggi,” kata dalam kegiatan ‘Gerakan Ekonomi Jatim di Gedung Forum IKM Jatim, Semolowaru, Surabaya, Sabtu (12/02).

Menurut dia, kebijakan Pemprov Jatim mulai pembenahan dari sisi kebijakan mutu produksi, penangulangan dampak Covid-19 bagi industri kecil, dan program bantuan baznas untuk pelaku industri miskin, namun 6.000-an anggota Forum IKM Jatim di beberapa kabupaten/kota masih perlu perhatian yang berkelanjutan.

“Bila bantuan permodalan dan pendampingan dalam produksi itu dilakukan, maka kami yakin Jatim kedepan akan memiliki potensi yang terbesar dalam IKM di tingkat Asia Tenggara. Edukasi kewirausahaan di SMKN dan desa-desa juga penting, karena kami sering melakukan hal itu,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga sering mendengar langsung curhat ribuan pelaku IKM selama adanya Covid yang berdampak luar biasa dalam menjalankan aktifitas usaha, seperti kelangkaan bahan baku industri kecil, kenaikan harga, banyak fasilitas yang ditutup, namun mereka tetap bertahan secara kreatif dalam usaha agar memperkerjakan tenaga kerja.

“Kami juga melihat program industri kecil yang menjadi perhatian khusus dalam peningkatan daya beli masyarakat dengan pengembangan potensi halal, namun pelaku industri berharap Pemprov Jatim bisa menjadi fasiltator atau penghubung dengan buyer untuk bisa mengenalkan produk IKM,” katanya.

Misalnya, kebutuhan untuk pegawai pemerintah dalam setiap kegiatan menggunakan souvenir yang dibelanjakan ke IKM, sehingga ada dampak pembelian secara langsung. Apalagi, Misi Dagang yang dilakukan Gubernur Jatim juga sudah sering, namun perlu dikaitkan secara langsung dengan produksi IKM.

“Harapan pelaku industri agar perhatikan yang ada mendorong keberadaan IKM di Jatim memiliki potensi menjadi IKM yang Mandiri dan terbanyak di Asia Tenggara, serta potensi produk halal food terbesar di dunia yang beraneka ragam produk,” katanya. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment