Home Bisnis dan Ekonomi Berkonsep Majapahitan, Pasar Benteng Pancasila Jadi Magnet Ekonomi Kota Mojokerto

Berkonsep Majapahitan, Pasar Benteng Pancasila Jadi Magnet Ekonomi Kota Mojokerto

by Redaksi
0 comment

Mojokerto, Nusajawa.id -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan Pasar Benteng Pancasila di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Uniknya, pasar ini dibangun dengan mengusung konsep sesuai dengan karakter budaya Mojokerto yang identik dengan Majapahit.

Setelah seluruh pedagang menempati kios pada 2020 lalu, aktivitas jual beli di Pasar Benteng Pancasila pun terus bergeliat sehingga mendorong perekonomian di Kota Mojokerto.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Pasar Benteng Pancasila dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh). “Diharapkan, infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakkan sektor riil atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” kata Menteri Basuki, seperti dilansir laman PUPR.

Pembangunan pasar pun disesuaikan dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal, mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Kota Mojokerto.

Konstruksi pasar dibangun dengan desain batu bata berarsitektur Mojopahitan di atas lahan seluas 2.610 meter persegi dengan luas bangunan 1.992 meter persegi. Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Bumi Indah dengan anggaran APBN sekitar Rp 13 miliar yang digunakan untuk pekerjaan persiapan, K3, bangunan pasar kios A, B, C, dan D, gapura dan pagar, drainase, paving tempat parkir, tempat pengelolaan sampah, toilet, renovasi musala, instalansi jaringan pemadam kebakaran, rumah pompa, reservoir, dan dua titik sumur bor.

Pasar Benteng Pancasila terdiri dari 242 kios dengan ragam dagangan seperti pakaian, sandal, sepatu, dan perlengkapan rumah tangga. Di sisi belakang pasar terdapat kios-kios yang terpusat untuk berjualam ragam kuliner. Seluruh pedagang yang menempati merupakan bagian program relokasi PKL dari Alun-alun Mojokerto.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, sejak pemindahan pedagang PKL Alun-alun ke Mojokerto ke Pasar Benteng Pancasila hingga pembangunan oleh Kementerian PUPR pasca terbakar, pasar ini terus menjadi magnet perekonomian di Kota Mojokerto, khususnya kawasan Jalan Benteng Pancasila yang sebelumnya kawasan persawahan sepi.

“Sekarang tidak jauh dari pasar juga sudah berdiri hotel, banyak tamu-tamu hotel yang berbelanja di Pasar Benteng. Di sekitar pasar juga terdapat usaha-usaha baru seperti pusat jajanan dan kuliner, sehingga harapan kami pasar ini menjadi salah satu tujuan pariwisata,” kata Ani Wijaya.

Menurut Ani Wijaya, sebagai upaya mendorong promosi Pasar Benteng, Pemkot Mojokerto juga kerap menggelar berbagai event di sekitar pasar, salah satunya car free day di Jalan Benteng Pancasila setiap hari Minggu. Selain itu juga digital marketing serta penerapan sistem jual beli maupun transaksi dengan platform digital.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Benteng Pancasila, Mardi Bima Sakti menyampaikan, dengan menempati bangunan baru Pasar Benteng Pancasila yang berkonsep unik dapat menjadi daya tarik pembeli, sehingga juga meningkatkan kepercayaan diri dan semangat para pedagang, khususnya pasca pandemi Covid-19.

“Banyak pembeli yang awalnya sekadar jalan-jalan, lihat-lihat bangunan pasar dan selfie, setelah itu belanja. Kalau pembeli merasa nyaman, pedagang juga semakin percaya diri dan semangat,” ujar Mardi. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment