Home Teknologi Badai Matahari Terjang Atmosfer, Alasan Cuaca Makin Panas?

Badai Matahari Terjang Atmosfer, Alasan Cuaca Makin Panas?

by Redaksi
0 comment
Ilustrasi Badai Matahari

Nusajawa.id – Badai Matahari akhir – akhir ini semakin sering menerjang bumi. Badai ini terakhir menghantam bumi pada Kamis (14/04). Badai yang disebabkan oleh letupan geomagnetik partikel matahari ini bisa berdampak signifikan terhadap atmosfer bumi.

Badai Matahari pernah terjadi dalam skala besar pada akhir November lalu dan mengakibatkan gangguan terhadap infrastruktur antariksa. Dari jaringan listrik, satelit navigasi, hingga komunikasi radio pesawat mengalami gangguan signifikan.

Untuk menginformasikan kejadian ini, Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) di Amerika Serikat, memberikan peringatan pada operator infrastruktur apabila terjadi masalah.

Salah satu contohnya saat badai terjadi bulan November lalu. Tim itu akan memberitahu seluruh operator jaringan listrik di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, meskipun risiko apapun menjadi salah itu rendah.

“Mereka ingin tahu bahwa itu terjadi jadi mereka tahu untuk bersiap,” kata koordinator program , Bill Murtagh kepada Space, dikutip Jumat.

Untuk menginformasikan kejadian ini, Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) di Amerika Serikat, memberikan peringatan pada operator infrastruktur apabila terjadi masalah.

Salah satu contohnya saat badai terjadi bulan November lalu. Tim itu akan memberitahu seluruh operator jaringan listrik di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, meskipun risiko apapun menjadi salah itu rendah.

“Mereka ingin tahu bahwa itu terjadi jadi mereka tahu untuk bersiap,” kata koordinator program , Bill Murtagh kepada Space, dikutip Jumat (15/04)

“Ada kemungkinan peningkatan pada aurora oval pada waktu-waktu selama 13 dan 14 Maret sebagai akibat dari dua Coronal Mass Ejections (CME) dan aliran kecepatan tinggi lubang koronal yang tiba di Bumi,” kata British Met Office. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment