Home Gaya Hidup 200 anggota Remaja Masjid se-Jatim dilatih Bisnis dan Keuangan Syariah

200 anggota Remaja Masjid se-Jatim dilatih Bisnis dan Keuangan Syariah

by Redaksi
0 comment
200 anggota Remaja Masjid se-Jatim dilatih Bisnis dan Keuangan Syariah

Sidoarjo, Nusajawa.id – Sebanyak 200 anggota perwakilan Remaja Masjid se-Jawa Timur diberikan pelatihan manajemen bisnis dan tata kelola keuangan syariah oleh Dewan Masjid bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo, Minggu (24/07).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir secara khusus dalam acara itu berharap remaja masjid agar bisa menjadi motor dalam menggerakkan masjid sebagai sentra pertumbuhan kemakmuran masjid yang memberikan kesejahteraan bagi jamaah dan masyarakat.

“Jadi ini reciprocal approach, kami ingin agar mereka di sini bisa menjadi motor dalam memakmurkan masjid, kita ingin masjid menjadi sentra-sentra pertumbuhan untuk memakmurkan jamaahnya,” kata Gubernur Khofifah.

Melalui pelatihan ini, ia berharap remaja masjid bisa menguasai ilmu yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan bisnis yang dapat mereka kembangkan di masing-masing masjid yang dikelola.

“Mereka butuh skill khusus yang bisa memberikan manfaat lebih besar, tapi basisnya melalui masjid, itulah yang banyak diundang pada pertemuan kali ini adalah para remaja masjidnya,” jelasnya.

Khofifah menjelaskan pelatihan dan pembekalan bagi mereka dilakukan dengan menggandeng beberapa lembaga yang memiliki kapasitas di bidang tersebut, diantaranya Bank Syariah Indonesia, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, termasuk dengan kampus UMKM Shopee milik Pemprov Jatim yang ada di Kota Malang.

“Itu bisa menjadi salah satu referensi untuk bisa memberikan vokasional training dan manajerial skill bagi remaja masjid yang akan menjadikan masjid sebagai sentra untuk memakmurkan jamaahnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada BPJS ketenagakerjaan yang memberikan santunan kepada ahli waris Guru Madrasah Diniyah. Juga dilakukan penandatanganan MoU antara BPJS Ketenagakerjaan dengan DMI Jatim.

Ke depan, ia berharap agar para marbot yang setiap hari bekerja untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid juga mendapatkan sapaan yang sama dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Forum-forum salat Jumat itu akan menjadi sentra baru setelah selesai salat Jumat bisa menjadi forum-forum sosialisasi dan edukasi bagi BPJS ketenagakerjaan di masjid – masjid yang sudah dijadwalkan,” ucapnya.

Gubernur Khofifah pun mengungkapkan bahwa mulai tahun ajaran saat ini UIN Sunan Ampel Surabaya bersama BAZNAS Jatim memberikan beasiswa untuk mahasiswa di UINSA dengan kuota 2 rombongan belajar (rombel). Adapun persentase beasiswa yang diberikan oleh CSR UNISA sebesar 60 persen dan BAZNAS Jatim 40 persen.

“Bagi mahasiswa yang kurang mampu yang ada di UINSA ini ada dua rombel yang akan mendapatkan fully scholarship dari BAZNAS dan CSR UINSA. Inisiasi ini mudah-mudahan akan terus bisa menjadi referensi bagi perguruan tinggi lainnya juga bagi baznas-BAZNAS Kabupaten Kota,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PW DMI Jawa Timur Drs. KH. M. Roziqi, MM. menyampaikan bahwa semangat yang dibangun DMI adalah bagaimana umat tidak hanya berkewajiban memakmurkan masjid tetapi juga dimakmurkan oleh masjid.

Oleh karenanya pelatihan bisnis dan Keuangan Syariah bagi Remaja Masjid Se Jawa Timur ini dilakukan. Ia berharap para remaja-remaja masjid nanti bisa mengenali bagaimana pemberdayaan ekonomi yang berbasis masjid.

“Artinya para remaja, para jamaah, merasa makmur bukan secara batiniah tetapi secara ekonomi juga merasa mendapatkan kepeduli dan perhatian dari masjid,” kata Roziqi.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Deny Yusyulian menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur bekerja sama dengan DMI untuk memberikan perlindungan kepada seluruh takmir masjid, Marbot masjid di seluruh Jawa Timur terkait dengan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan. (NJ/red)

You may also like

Leave a Comment